Seksisme yang “baik hati” (benevolent sexism) merupakan pandangan yang melihat perempuan sebagai sosok yang perlu dilindungi dan dibantu. Konsep ini kemudian melahirkan berbagai bentuk perlakuan istimewa terhadap perempuan, seperti tidak diperbolehkan mengangkat galon, diprioritaskan saat keadaan darurat, memperoleh kursi khusus di transportasi umum, serta dianggap kurang cocok bekerja di sektor yang didominasi laki-laki karena dinilai lebih lemah secara fisik.